Thursday, 8 January 2015

Keterbatasan Bukan Akhir Kehidupan Anda

Keterbatasan kadang membuat seseorang merasa menjadi manusia paling sengsara. Merasa paling sial. Merasa kalah. Merasa nggak berdaya. Bahkan terkadang merasa Tuhan tidak adil dengan segala kekurangannya. 

Keterbatasan selalu dijadikan sebagai alasan untuk menunjukkan segala kelemahan diri... untuk merasa menjadi manusia yang paling harus dikasihani. Seolah-olah di dunia ini nggak orang lain yang lebih sial dan merana dibanding dirinya.

Na’udzubillah ya punya sikap kayak gini.

Tuhan itu udah sangat adil. Segala sesuatu diciptakan berpasangan. Ada siang ada malam. Ada pagi ada petang. Ada tinggi ada rendah. Ada baik ada buruk. Ada benar ada salah. Kalau ada keterbatasan berarti ada kelimpahan. Keterbatasan sebut saja sebagai kekurangan tentu sudah dipasangkan dengan kelebihan. Nah sayangnya otak kita sudah terlebih dulu diracuni oleh kekurangan itu. Sehingga hanya berfokus pada kekurangan. Alih-alih mencari kelebihan diri sendiri malah sibuk meratapi dan menyalahkan diri sendiri. Bahkan menyalahkan kehidupan ini.

Merasa punya banyak kekurangan? Jangan minder dulu! Mungkin dibalik kekurangan anda... ternyata anda adalah pribadi yang kreatif, pribadi yang solutif, pribadi yang punya banyak ide, ahli dalam satu pekerjaan tertentu, leader alami, pribadi pembelajar, bersemangat, hangat, pandai bergaul, punya banyak koneksi, dan seabrek kelebihan lainnya yang bisaa anda eksplore sendiri.

Ingat, Tuhan itu Mahaadil. Dibalik kekurangan anda pasti ada kelebihan yang anda miliki.

Apakah itu?

Anda yang tahu. Maka berfokuslah pada apa yang bisa anda kerjakan. Bukan pada apa yang tidak bisa anda kerjakan. Keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Dengan sedikit kreativitas anda bisa mengubah keterbatasan anda bahkan menjadi kekuatan anda sendiri.

Jadilah percaya diri!!

Saturday, 3 January 2015

Evaluasi dan Resolusi

Alhamdulillah...

Banyak sekali momen-momen membahagiakan yang saya alami dalam hidup saya selama tahun 2014. Diterima sebagai CPNS, Diklat Prajabatan, Orientasi di Rumah Sakit, Ketemu Presiden SBY, ketemu bisnis Oriflame dan menikah. Puji syukur yang luar biasa atas karunia yang indah ini. 

Bagaimana dengan resolusi 2014? Apakah tercapai semuanya?

Saya jawab “Enggak semuanya!” Dan karena saya enggak membuat gambarnya jadi banyak yang kelupaan sampai sekarang. Apa aja poin-poin penting di 2014... pastinya banyak yang terlupa. Hehehe ngaku deh saya. Dan itu semua saya jadikan sebagai dasar saya mengisi tahun 2015. Membuat resolusi, membuat daftar impian, mencari gambar-gambar yang mewakili impian dan resolusin saya di tahun 2015. Semoga dengan begitu saya bisa lebih fokus dan selalu teringat dengan tujuan-tujuan saya di 2015.

Seperti gambar di bawah ini adalah resolusi saya di 2015. Doakan ya semoga bisa terwujud semuanya... aamiin

Resolusi saya di 2015


Nah itu resolusi saya... apa resolusi kamu di 2015? Jangan sampai nggak bikin ya... biar nanti di akhir tahun kita tahu nih apa aja pencapaian kita selama satu tahun ini. Semangaaaatttt!! Semoga bermanfaat!

Kontrol Diri dan Emosi

Emosi itu nggak cuman pas kita lagi marah. Emosi itu adalah perasaan/suasana hati kita. Jadi emosi itu macem-macem. 

Nyanyi aja bisa emosional, apalagi ngadepin kehidupan nyata. Banyak banget ya hal-hal yang bisa bikin kita emosional, sehingga kita jadi ngrasa bahagia, sedih, marah, terhibur, damai dan lain sebagainya. Saat kita emosional begitu kadang kita jadi susah mengontrol diri sendiri. Misal pas kita lagi seneng kita gampang banget mengiyakan sesuatu. Entah sesuatu yang baik kadang malah sesuatu yang nggak baik juga kita iyakan. Pas kita lagi marah gampang banget ya kita marah-marahin orang, nyalahin orang, ngumpat, sumpah serapah... Emosi ngaruh banget sama keputusan yang kita ambil ya nggak?

Makanya kontrol diri itu penting banget. Apalagi pas kita lagi emosional begini. Kenapa? Ya karena itu tadi, suasana hati ngaruh banget sama keputusan yang kita ambil. Kadang tanpa pikir panjang kita mengiyakan sesuatu atau menolak sesuatu. Nah disinilah kontrol diri itu penting! Biar nggak nyesel nantinya.

Apalagi dalam berbisnis. Nggak boleh ngandelin emosi alias perasaan. Dikit-dikit main perasaan. Partner bisnis gini terus dimasukkin ke hati. Atasan begini terus dimasukkin ke hati. Walau harus diakui bahwa kadang namanya perasaan nggak bisa dibohongi. Rasa sakit itu ada. Tapi bagaimana kita mengatasi agar rasa sakit itu nggak menimbulkan dendam itu yang penting ya...

Cermati apa yang kita hadapi! Pikirkan sejenak keputusan yang akan kita ambil! Jadikan kontrol diri sebagai satu sikap yang harus kita kedepankan dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun!

Semoga bermanfaat!

Saturday, 20 December 2014

Visi-On

Nulis ini sambil merenung...
Pagi tadi habis baca-baca materi training semalam di grup Facebook. Iya trainingnya di grup Fb... enak kan?
Kenapa sih pagi-pagi udah merenung?
Ternyata banyak banget alasan dalam hidupku. Alasan apa ya? Alasan untuk menunda kesuksesan. Alasan untuk nggak segera action. Alasan untuk bermalas-malasan. Alasan untuk menunda pekerjaan. Dan masih seabrek alasan yang ujung-ujungnya pasti jadi penyesalan karena di bulan berjalan nggak bisa naik level. Tuh mewek deh... akhirnya target pun tak terlampaui dan harus berusaha (lagi) di bulan berikutnya.
Emang susah ya ngalahin diri sendiri?
Yups bener banget itu! Diri kita sendiri adalah musuh paling besar yang harus dikalahkan. Kita gagal sebenernya bukan karena orang lain, keadaan atau apapun. Tapi karena diri kita sendiri yang merajuk... yang nggak mau bertahan sedikit lebih lama untuk bertahan dan menjadi lebih baik... lebih sukses dari sebelumnya.
Termasuk alasan-alasan tadi. Alasan itu hanya pembenaran atas apa yang kita lakukan. Bukan kebenaran yang harus kita lakukan. So, pikir lagi! Udah bener nggak sih apa yang kita lakukan sekarang? Udah on track belum menuju goal kita? Udah sesuai belun ya dengan planning yang kita bikin? Atau jangan-jangan malah nggak punya goal? *nangis guling-guling
Well... yuk kita lihat diri kita lagi! Kita lihat diri kita 5 tahun yang, kayak apa sih? Dan lihat diri kita sekarang? Udah berubah belun? Udah sesuai nggak sama yang kita rencanain dulu? Atau masih sama aja? Atau malah berubah jadi Superman? *ngimpi
Sekarang... waktunya bergerak! Jangan dian saja. Mau selamanya hidupmu begini-begini aja? Kalo jawabannya enggak... yuk segera action!

Tuesday, 21 October 2014

New President New Hope

Presiden dan wakil presiden terpilih sudah dilantik kemaren. Indonesia kini punya pemimpinan baru. Sekaligus mempunyai harapan baru akan nasib Indonesia lima tahun ke depan.

Antusiasme masyarakat menyambut presiden baru ini, Jokowi-JK, bisa dilihat dari betapa banyaknya orang yang hadir secara langsung di Monas untuk melihat secara langsung presiden baru mereka. Sepanjang kehidupan saya baru kali ini saya menyaksikan acara pelantikan presiden yang seperti itu. Gairahnya luar biasa. Semangatnya luar biasa. Antusiasmenya luar biasa.

Jokowi dalam pidato kerakyatannya di Pelataran Monas mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang besar. Negara ini tak akan berarti apa-apa jika kita tidak bekerja keras untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang kuat dan bermartabat. Ya... beliau mengajal seluruh elemen masyarakat untuk bekerja bersama-sama. Bukan hanya pemerintah saja yang bekerja. Tetapi semuanya. Ya pemerintah ya rakyat Indonesia. Apapun profesi kita... kita tetap bisa menyumbang untuk kemajuan Indonesia.

So, mari kita dukung presiden baru kita untuk mewujudkan Indonesia yang kuat dan bermartabat sesuai dengan profesi kita. Kita kerjakan sebaik-baiknya pekerjaan kita demi masa depan Indonesia. Satu langkah kita akan berarti besar karena langkah-langkah berikutnya akan mengikuti.

New president and a new hope!

Tuesday, 14 October 2014

Tips Lolos CPNS

Menjadi pegawai negeri sipil alias PNS mungkin menjadi impian banyak orang. Tapi sebelum jadi PNS 100% harus menjalani dulu masa percobaan sebagai CPNS selama 1 tahun. Baru setelah itu bisa mengajukan peningkatan status menjadi PNS 100%.
Kita lihat aja ya pas lowongan CPNS dibuka... ribuan orang mendaftar untuk mencoba peruntungan ini. Nggak hanya satu kali. Bahkan temen saya sudah mencoba 9 kali dan baru pada percobaan yang ke-9 bisa tembus CPNS. Sebuah perjuangan tak kenal lelah menurut saya. Padahal untuk seleksi administrasi saja udah ribet ya... belum tes-tesnya... belum nanti pemberkasannya... belum administrasi masing-masing institusi. Yap... meski demikian tetap saja profesi PNS masih menjadi primadona di kalangan masyarakat kita.
Nah, disini saya akan mencoba berbagi tips bagaimana agar lolos CPNS. Saya baru mencoba 1 kali dan alhamdulillah lolos di Kementerian Kesehatan peminatan RS Pusat Otak Nasional Jakarta. Saya kombinasikan dengan pengalaman sahabat-sahabat saya yang dengan suka hati mereka share ketika Diklat Prajabatan beberapa bulan lalu.
1. Niat
Jelas ya yang ini mah harus. Niat dalam arti nggak cuman pengen menjadi PNS tapi udah sedikit banyak tahu tentang seluk beluk kehidupan PNS. Termasuk suka dan dukanya. Mantapkan hati untuk menjadi abdi negara dengan segala konsekuensinya. Kalau niat kita udah bulat insya Allah nanti usaha dan persiapannya juga akan maksimal.
2. Persiapkan Diri
Nah ini yang kadang kelewat nih... Mereka yang daftar CPNS kadang hanya ikut-ikutan saja. Hanya sebatas mencari peruntungan. Kalau lolos ya syukur kalau enggak ya sudah tahun depan nyoba lagi. Jadi nggak ada persiapan sama sekali.
Persiapan ini termasuk belajar soal-soal tes CPNS. Karena menurut beberapa sahabat saya rata-rata soal yang keluar nggak jauh berbeda. Jadi udah siapin diri belum nih? Udah beli paket latihan soal CPNS belum? Segala persyaratan administrasi udah disiapin belum? Udah nanya belum ke temen-temen yang udah lolos CPNS duluan?
3. Teliti
Kesalahan kecil saja bisa bikin kita diskualifikasi saat proses seleksi administrasi. Jadi baca dengan teliti ya semua persyaratannya. Apakah harus ijazah dengan cap basah, apakah harus foto kopi ktp, diperbesar atau enggak, surat-surat apa saja yang harus disertakan, perlu ditandatangai enggak, pakai matre atau enggak. Ya, mau jadi CPNS memang harus sedikit ribet!
4. Restu Orang Tua
Walah kalau ini mah wajib banget ya... restu orang tua emang harus ya... kalau enggak direstuin ya udah mending nurut aja sama ortu. Daripada kuwalat... hehehe
5. Ingat Ini!
Kehidupan CPNS akan berlangsung selama 1 tahun... nah ini juga perlu disiapin. Kenapa? Karena nggak semua CPNS itu enak lho ya...
Jadi dimana peminatan kamu... tanyakan sama temen atau relasi yang ada di tempat tersebut tentang bagaimana seluk beluk CPNS di sana. Jadi kamu bisa siap-siap dari sekarang. Terutama untuk mengantisipasi tidak enaknya hehehe
6. Doa
Usaha tanpa doa itu sombong. Doa tanpa usaha itu bohong.
Jadi doa dan usaha harus berjalan beriringan ya...
Itu saja ya beberapa tips yang bisa saya sharr. Semoga bermanfaat...

Saturday, 11 October 2014

Jangan Ciutkan Diri Sendiri

Pagi-pagi udah ditolak sama orang. Pas nawarin bisnis Oriflame. Jengkel? Nggak lah... Sakit hati? Saya nggak ngijinin hati saya sakit gara-gara ditolak orang. Lempeng aja!

Kata emak upline-ku, kalau mau bisnis MLM itu harus siap ditolak. Kalau enggak mau ditolak ya jangan bisnis MLM. Tapi pada kenyataannya nggak hanya di MLM aja lho kita ditolak. Dalam bisnis apapun pasti ada penolakan. Bisnis konvensional dimana kita memproduksi barang atau jasa sendiri juga banyak kan yang menolak. Produknya jelek, harganya kemahalan, belum butuh produknya dan lain-lain. Bahkan yang nyari kerja juga banyak yang ditolak kan.

Nah, intinya ditolak itu wajar. Jadi nggak usah sakit hati kalau ditolak. Kayak ditolak calon pacar aja... doi nggak mau silahkan cari yang lain... hehehe

Nah, kalau di bisnisku ini... alasan nolaknya itu macem-macem banget. Ada yang bilang enggak bakat. Ada juga yang bilang enggak ada waktu, nggak punya banyak teman, takut ditolak, takut gagal, takut nggak bisa dan lain sebagainya. Kalau diamati lebih dalam semua yang saya sebutin tadi itu belum terjadi. Artinya itu semua hanya ketakutan-ketakutan yang muncul di dalam pikiran kita.

Kita aja belum jalanin bisnisnya masak tau kita nggak bisa? Masak udah bisa memastikan kalau kita nggak bakat? Itu namanya meremehkan diri sendiri. Dan kita nggak bakal tahu sekuat apa diri kita kalau kita nggak pernah mencoba terlebih dahulu. Yang udah nyoba aja belum tentu sukses apalagi yang nggak mencoba sama sekali. Hehehe

Coba sekarang kita ganti sudut pandangnya. Ehm bukan sudut pandang... tapi kata-katanya saja. Dari "Kalau saya gagal gimana?" MENJADI "Kalau saya sukses gimana ya...?" Silahkan dipilih mana yang lebih positif! Semua pasti menjawab yang kedua lebih positif ya dan lebih memberikan harapan kepada kita. Padahal hanya mengubah sedikit kata-katanya.

Jadi, jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bermimpilah setinggi mungkin! Lalu berjuanglah secerdas dan sekuat mungkin. Kamu bisa meraih apa saja yang kamu impikan! Jangan ciut nyali... jangan ciutkan diri sendiri. Jadilah pribadi yang penuh percaya diri!

Oke... IT'S ME AND YESS SURE I CAN!!!