Monday, 15 June 2015

"Ooohhh SHIT... IT'S MONDAY!"

Pas jalan-jalan di BBM... terus baca-baca status dan liat-liat pict profil lalu nemu gambar lucu ini. Sebuah ekspresi tentang ketidaksukaan pada hari Senin.
Ngomong-ngomong... emang hari Senin semenjengkelkan itu ya? Padahal kan sebenernya sama aja dengan hari-hari lainnya.

Emang sih di hari Senin kita harus merelakan waktu weekend kita habis. Kita harus siap dengan pekerjaan kita. Kita dipaksa... mau nggak mau... untuk bekerja lagi. Meskipun lagi enak-enaknya liburan atau lagi asyik-asyiknya jalan-jalan. Kita juga diharuskan kembali dengan berkutat dengan segala kesibukan, dengan segala keruwetan pekerjaan, kembali fokus dan harus siap memeras segala kemampuan kita untuk BEKERJA.

Hmmm mungkin karena hal-hal itu kali ya... makanya banyak yang suka jengkel kalau ternyata udah hari Senin aja.
Padahal ada hal-hal istimewa lho tentang hari Senin.

1. Nggak ada weekend kalau nggak ada hari Senin
Kalau semua hari itu hari Sabtu ya nggak akan ada yang namanya weekend. Nggak ada itu perasaan happy ketika hari Jumat. Nggak ada perasaan lega ketika kita sampai di di hari Sabtu. Dan mungkin nggak ada momen istimewa kalau nggak ada weekend. Itu artinya hari Senin harus tetap ada ya...

2. Hidup itu nggak cuman happy-happy
Itulah makna dibalik hari Senin. Kita harus sadar bahwa hidup realita hidup itu ada yang namanya kerja keras. Bahkan ada yang di weekend pun tetap bekerja keras. Jadi pas dateng hari Senin ya rasanya biasa aja. Tengoklah mereka yang berprofesi sebagai penulis entah penulis novel atau penulis script... yang biasanya dituntut dengan deadline tertentu. Mereka nggak peduli itu hari Senin atau bukan. Yang mereka pedulikan adalah itu hari deadline atau bukan!

Artinya apa?
Cuek aja deh itu hari Senin atau bukan. Yang terpenting kita SIAP! Itu aja!

3. Kalau Senin-nya tanggal merah... apa masih benci juga sama hari Senin?
Nha lho... berarti masalahnya bukan pada hari itu hari Senin atau bukan. Tetapi masalahnya ada di diri kita sendiri.
Nggak usah nyalah-nyalahin hari Senin lagi ya... Kalau tiba-tiba kita ngrasa benci sama hari Senin coba cek ke dalam diri kita sendiri. Apa masalahnya? Apa solusinya? Udah itu aja!

4. Senin ke Minggu 7 hari, Minggu ke Senin 1 hari
Hahaha pernah baca kalimat yang ini nggak? Sering lho dijadiian meme di media sosial.
Keliatan banget ya kurang liburannya... keleiatan banget ya masih pengen jalan-jalannya... keliatan banget ya masih pengen santai...
Nha... kalau udah gini coba deh cari pekerjaan lain yang nggak mengharuskan kita bekerja di Senin-Jumat. Misal penulis atau jadi pengusaha aja sekalian. Waktu kerjanya kita sendiri yang nentuin. Nggak peduli itu hari Senin atau bukan kita bisa tetap liburan atau bisa tetap kerja meski weekend. Tergantung kebutuhan kita.

Jadi... masalahnya bulan hari ini hari Senin atau bukan ya.. Tetapi bagaimana kita bersikap terhadap hari Senin.
Masih nggak suka hari Senin???

Sunday, 14 June 2015

5 Manfaat Nonton Drama

Hahaha dasarnya suka nonton, jadi film apa aja ya aku tonton. Termasuk genre drama. Paling suka sama drama Korea. Kenapa? Kadang susah ditebak... ini drama mau kemana sih ujungnya? Kadang meski bisa ditebak tapi adegan dan dramatisasinya bikin hati ser seran hahaha
Apalagi di saat weekend begini ya... bisa banget kita jadiin sebagai kegiatan untuk mengisi waktu luang.

Buat kamu yang suka nonton drama... nggak usah khawatir nggak ada manfaatnya. Segala sesuatu pasti ada nilai positifnya. Asal nggak berlebihan aja nontonnya... yang positif itu pasti bisa kita dapet.

Nah... apa aja sih manfaat nonton film drama?

1. Hiburan
Buat kamu yang suka mellow, yang suka cerita-cerita romantis, suka cewek-cewek cantik atau cowok-cowok cakep nha nonton drama pas banget nih. Kamu bisa lihat yang bening-bening. Apalagi kalau dramanya drama Korea... bakalan buanyak deh yang bening-bening.

2. Melatih rasa
Percaya nggak percaya... mereka yang suka nonton drama itu orangnya peka. Mereka aware sama orang-orang di sekitar mereka. Mereka juga care sama temen-temen bahkan orang yang nggak dikenal sekalipun.
Cerita di film drama biasanya diambil dari kisah kehidupan nyata. Meski kemudian dibumbui drama tapi benang merahnya adalah kondisi nyata di sekitar kita. Ini akan membiasakan penikmat drama seperti merasakan sesuatu yang benar-benar nyata. Lalu menjadi makin peka dan responsif. Dan kepekaan ini bisa banget dimanfaatkan secara positif ya...

3. Melatih kesabaran.
Kenapa? Ya kadang namanya drama alurnya terkesan lambat dan itu-itu saja. Disinilah kita belajar sabar menanti apa yg akan terjadi selanjutnya.

Makanya nonton drama itu harus dari awal. Kalau enggak... bakalan dibikin bingung deh sama alur ceritanya. Apalagi kalau episodenya buanyaaakkkk kayak sinetron Indonesia hmmmm harus banyak-banyak makan buah kesabaran ya...

4. Sumber inspirasi
Kalau kamu suka nulis... terutama yang suka nulis cerpen atau novel coba deh sering-sering nonton drama. Buat nyari-nyari ide nggak masalah kan? Asal jangan menjiplak ceritanya aja.
Bisa banget kok kita coba tuliskan kembali sebuah adegan yang menurut kita sangat berkesan. Biasanya dari satu adegan ini akan berkembang menjadi beberapa cerita lagi. Atau kalau diperpanjang bisa menjadi sebuah novel. Tentu dengan bumbu drama yang kita racik sendiri ya...

5. Mempelajari budaya suatu negara/daerah
Cerita drama biasanya diambil dari kehidupan sehari-hari yang lekat dengan masyarakat. Tempat, waktu, karakter, kebiasaan dan sebagainya bisa kita jadikan sebagai sarana untuk mempelajari kebudayaan suatu daerah atau negara. Siapa tahu suatu saat kita berkesempatan untuk mengunjungi negara tersebut. Setidaknya kita punya sedikit gambaran mengenai tempat dan kebiasaan masyarakatnya. Jadi nggak bingung-bingung amat kan waktu nyampai disana.

Nah... itulah 5 manfaat yang bisa kamu dapat dari nonton drama. Semoga bisa menjadi inspirasi teman-teman ya...
Suka boleh... asal jangan berlebihan.

Saturday, 13 June 2015

Manfaat Membaca Novel

Membaca alhamdulillah masih jadi aktivitas kesukaan saya. Dari banyak jenis buku... novel masih jadi pilihan favorit saya. Dari macam-macam tema utama novel... teka-teki dan sejarah masih jadi tema favoritku.

Membaca novel itu asyik banget lho... nggak kalah sama nonton film atau nonton tivi. Membaca bisa membawa imajinasi kita ke dalam cerita novel yang kita baca. Kalau udah mulai baca novel duhhh rasanya nggak pengen berhenti.

Nggak cuman bisa dapetin imajinasi aja kok... dengan baca novel kita juga bisa dapetin banyak manfaat. Ini beberapa diantaranya ya... dan semuanya berdasar pengalaman pribadi saya.

1. Melatih rasa/perasaan
Sensitivitas. Bukan bikin hati kita jadi sensi alias gampang marah... tapi dengan membaca novel kita melatih reaksi kita sendiri terhadap sebuah situasi. Imajinasi bisa menjadi sarana latihan yang nggak kalah sama kejadian yang kita alami sehari-hari.

Dengan membaca novel kita akan lebih peka terhadap situasi di sekitar kita. Kadang-kadang ada situasi yang mirip sama kejadian dalam sebuah novel. Hanya mirip saja lho...
Kepekaan kita juga sangat bermanfaat dalam membina hubungan baik dengan orang-orang di sekitar kita. Memahami perasaan mereka akan memudahkan bagaimana kita bersikap terhadap mereka.

2. Melatih kata/kalimat/diksi
Nah kalau yang ini jangan ditanya lagi ya... Dulu pas jaman SMA saya suka bingung kalau harus berbicara di depan orang banyak. Tapi kebiasaan membaca yang didukung dengan kebiasaan menulis akan memudahkan kita untuk menata apa yang akan kita ucapkan atau bicarakan.

Seperti novel yang ceritanya mengalir... kita akan terbiasa untuk berbicara secara mengalir. Bahkan untuk sebuah pidato. Meskipun udah dikonsep bahkan dibuat teksnya... kita akan dengan mudah mengeksekusinya. Harus didukung latihan juga ya...

3. Melatih pemecahan masalah
Novel-novel yang bertema misteri atau cerita detektif membuat kita ikut berpikir dan menduga-duga... kiranya apa sih jawaban dari permasalahan yang ada. Kita juga diajak untuk melihat detail-detail di sekitar kita yang mungkin berguna. Juga membuat hipotesa dan baru merumuskan masalah setelah semuanya benar-benar jelas.

Alur pemikiran ini akan teringat jelas dalam pikiran kita. Apalagi jika saat membaca kita benar-benar berimajinasi dan menikmati bacaannya.

4. Melatih rasa ingin tahu
Pasti sering ya pas baca novel kita kayak nggak pengen berhenti sebelum habis ceritanya. Apalagi ya... apalagi setelah ini. Gimana lagi ya ceritanya...? Apa sih yang akan terjadi sama si tokoh utamanya? Kok masalahnya bisa jadi kayak gini?
Makin larut kita dalam alur cerita novelnya akan bikin kita makin ingin tahu gimana cerita selanjutnya.

5. Siapa tau nemu solusi
Kadang saya baca novel cuman karena pengen ngilangin penat. Rehat sejenak dari kesibukan. Dan pernah beberapa kali malah dapat inspirasi dari sebuah novel.
Pas buntu mesti ngapain... pas udah baca novel eeeee tiba-tiba dapet banyak ide buat berkreasi. Entah buat menulis artikel, nulis cerita dan macem-macem lainnya.

6. Hiburan, jelas!
Kalo yang ini udah jelas banget ya... niat baca novel kadang emang cuman cari hiburan aja.

Biar makin semangat baca novelnya... ada satu tips nih dari saya sebelum beli novel. Pilih jenis novel yang emang kita suka. Biasanya genre-genre novel dicantumin di kover. Jadi kita tinggal pilih mana yang sesuai sama keinginan kita. Membaca yang kita sukai akan membuat semangat membaca kita nggak gampang turun. Dan kalau udah mulai membaca nggak pengen berhenti sebelum selesai.

Yuk baca buku!

Move On & Memaafkan

Inspired by Birdman movie.

Bayang2 masa lalu, kesuksesan masa lalu, masa kecil yg kurang bahagia, broken home, kekerasan dan sebagainya bisa berpengaruh buruk pada kepribadian. Kenapa? Adanya perasaan bersalah, seseorang/situasi yg bisa dijadikan kambing hitam, alasan yg bisa digunakan untuk membenarkan perilaku yg menyimpang/negatif.

Harus bisa move on!

Karena hidup itu nggak hanya sekedar memikirkan atau menyalahkan masa lalu. Tetapi juga tentang masa depan yg seharusnya lebih kita fokuskan. Dan untuk meraih masa depan yg gemilang kita harus bisa melepaskan beban dari masa lalu. Belajar memaafkan... balajar melupakan... belajar berpikir positif bahwa apapun yang terjadi di masa lalu adalah pelajaran bagi kita agar kita semakin kuat.

Tuhan nggak pernah menjadikan segala sesuatu tanpa makna. Pasti ada makna di setiap peristiwa. Termasuk masa lalu kita. Dan tugas kita adalah menemukannya.

Semangaattt!!

Sunday, 7 June 2015

Kebun Raya Bogor : Alternatif Liburan Menyenangkan

Ke Bogor mah sebenernya udah beberapa kali. Udah pengen maen-maen juga ke Kebun Raya. Secara ya... kalau maen ke Bogor tapi belum ke kebun ini belum lengkap. Sayangnya waktunya belum pas. Tapi akhirnya kemaren kesampaian juga mampir kesana. Bareng sama isteri sekalian liburan. Hehehe

Dari Jakarta... kita sengaja naik KRL ke Bogor dari Stasiun Duren Kalibata. Murah banget kok. Hanya 4.000/orang plus jaminan 10.000 yang bisa diambil nanti kalau udah sampai tujuan. Terus naik angkot 02 (lupa jurusannya mana) turun di Pintu 1 Kebun Raya. Bisa juga turun di Pintu 2. Tapi menurutku lebih recomanded di Pintu 1. Karena di sana ada landmark yang bisa buat foto-foto. Termasuk gerbang masuknya yang kece badai.

Tiket masuk 14.000/orang dan kita bisa langsung masuk menikmati suasana sejuk dan segar banget.
Sensasi pertama masuk Kebun Raya nggak ada kata lain selain sejuk, tenang, nyaman, damai. Di sana tuh tenang banget meskipun ada di tengah kota tapi suara-suara kendaraan bisa diredam oleh lebatnya pepohonan. Amazing!

Udaranya seger banget lho... pokoknya sejauh mata memandang hanya ada pepohonan rindang dengan daun hijau lebat yang cucok.

Banyak tanaman pasti banyak spot buat foto-foto. Nggak usah khawatir... ada lebih dari cukup spot-spot asyik buat berfoto ria. Taman-taman khusus seperti Taman Meksiko, Taman Anggrek dan sebagainya bisa menjadi salah satu spot buat mengabadikan momen selama di Kebun Raya. Ada peta di beberapa titik yang bisa kita manfaatin buat mencari tahu dimana keberadaan taman-taman itu. Ada juga penunjuk arah yang memudahkan kita mencapai lokasi tujuan kita.

Well... udara yang seger bagus juga buat olahraga. Ambil track yang datar seperti di area dekat masjid. Kita bisa bersepeda atau jogging aja. Atau jalan santai sambil menikmati pemandangan. Lumayan kan... sekali jalan bisa sambil refreshing plus olahraga.

Selain bagus banget buat sara foto-foto dan olahraga... yang jelas Kebun Raya ini juga pas banget buat acara keluarga. Kumpul-kumpul, cerita-cerita, makan-makan, bercengkerama di akhir pekan dengan seluruh anggota keluarga. Hmmm pasti nikmat banget ya...
Pesan saya sih... bawa makanan dan minuman yang banyak dari rumah. Karena di Kebun Raya hampir nggak ada yang jualan makanan. Kecuali es krim yang dikelola sendiri oleh koperasi karyawannya. Murah kok... cuma 3.000/cup. Jangan lupa bawa kantong plastik buat nampung sampah. Harus bisa jaga kebersihan ya... biar pengunjung yang lain juga nggak terganggu.

Hati-hati juga dengan beberapa bahaya seperti ranting kering patah, buah yang jatuh dan sebagainya. Memang udah dibikin semacam "garis polisi" di spot yang mungkin terdapat bahaya tersebut. Tapi tetep harus waspada ya teman-teman...

Banyaknya koleksi tanaman di Kebun Raya ini juga bisa kita jadikan sara untuk mengenalkan bermacam-macam jenis tanaman kepada anak-anak kita. Biar mereka tahu sejak dini bahwa mencintai dan merawat tanaman-tanaman ini bisa menciptakan iklim sejuk di lingkungan sekitar kita. Sehingga bisa mengurangi pemanasan global. Edukasi yang oke banget kan?

Nah... kalau temen-temen butuh alternatif tujuan wisata yang murah meriah tapi tetep menyenangkan, ada sarana edukasinya, asyik dan nggak ngebosenin... Kebun Raya Bogor bisa banget dijadiin sebagai tujuan temen-temen ya... Lokasinya yang berada di tengah kota bisa dijangkau dengan angkutan yang ada. Jadi nggak perlu bawa kendaraan sendiri. Atau kalau teman-teman butuh tempat yang tenang dan cukup sepi untuk mencari inspirasi Kebun Raya jelas bisa diandalkan ya... Insya Allah bakal banyak ide yang didapat dengan semedi di sana.

Friday, 5 June 2015

Samudra SEAFOOD : Warung Tenda Seafood Asik

Sebenernya udah lama sih ngeliat warung tenda ini. Tiap pulang dines sore atau berangkat dines malem juga lewat. SEAFOOD-nya itu lho nyolok mata banget! Tapi belum kesampaian juga buat mampir ke warung tenda ini.

Kebetulan sekali kemaren malam si bunda lagi ngidam ikan bakar. Udah nyari sana sini ternyata nggak ada. Pas lewat warung tenda Samudra itu eeee ngeliat ada menu ikan bakar. Ya udah kita putusin mampir buat nenangin ngidamnya si bunda. Sekalian pengen icip-icip olahan udangnya.

Warung tenda ini mulai buka sekitar jam 5 sore sampai malem. Tapi nggak tau juga sampai jam berapa. Maklum bukan makhluk yang suka berkeliaran di malam hari hehehe
Setelah memeriksa daftar menu (yg bentuknya mirip kayak yg di Solar*a) akhirnya ini menu yg kami pilih : nasi uduk (nasi putih habis, padahal baru jam 8 malem lho pas kesana...), ikan gurame bakar, udang goreng tepung asam manis, cah kangkung biasa dan dua es jeruk.

Warungnya lumayan rame. Jadi agak ngantri. 2-3 orang dateng terus duduk nanti yg lain pergi. Terus ada lagi. Begitu seterusnya selama kami duduj di sana. Mungkin karena pembelinya dateng nggak habis-habis ya makanya nasi putihnya cepet habis *huft.

Singkat cerita... pesenan kami datang. Diawali dengan datangnya 2 kobokan buat cuci tangan lalu udang asam manis menyusul. Sebelum makan foto dulu. Dari tampilan si oke banget menurutku. Dan nggak pakai lama langsung tancaapp gasss... sikat udang asam manisnya!

Ehmmmm enak banget ternyata. Tepungnya lembut... nyatu banget sama daging udangnya yang manis dan segar. Bumbu asam-manisnya krasa banget. Cuman sayang aja kurang kental. Kalo tambahin tepung maizena dikit biar kental pasti lebih oke. Ala ala restoran gitu lah hehehe

Belum selesai nyicipin si udang... lalu datanglah menu utama kami : nasi uduk dan ikan gurame bakar plus cah kangkung. Sebelum makan kami udah bayangin... pasti rasanya aneh makan nasi uduk sama ikan bakar. Pada kenyataannya... rasa lapar mengalahkan segalanya!
Cah kangkungnya seger banget. Sesuai seleralah! Masaknya nggak terlalu mateng. Masih kress kress kress... ada tambahan sedikit jamur dan taoco. Uenaaakkk pokoknya...
Yang agak mengecewakan menurutku ikan bakarnya. Pas dicoba tanpa sambal rasanya kurang seger. *Mungkin ikannya udah di freezer kali ya...
Tapi pas dicocol sama sambal kecapnya... ehmmmm bisa dibayangin ya gimana rasanya...??
Pedes manisnya itu lho.... huaaaaaa bikin mata melek, muka merah, bibir jontor dan keringet ngucur. Bahkan si bunda sampai nangis-nangis saking pedesnya.
"Buat kucing aja bun sisanya?" Usulku pas liat dia nangis-nangis gitu makan ikannya.
"Enak aja... nggakkkk!! Ini mau tak abisin pokoknya!" Buset dah... tobat sambel ya kayak gitu. Udah dibikin nangis eeee tetep aja balik lagi balik lagi... makan lagi makan lagi...

Dan acara makan malam kali ini ditutup dengan dua gelas es jeruk yang nikmaaaattt... sueegaaaarrrr... Jujur es jeruknya enak banget. Pas manisnya... pas asemnya... pas dinginnya...
Total tagihan 74K. Tergolong murah lah ya untuk ukuran Jakarta. Kita sih nggak nyesel. Bahkan si bunda udah nanyain "Kapan ya yah kita makan di situ lagi? Mau ikan bakarnya lagi..."
Hmmm aku lirik aja tuh si bunda. "Ntaaaarrrr...!" *baca : "Nggak tahu kapan!"

Temen-temen yang sering lewat Jalan Condet Raya bisa mampir ke sini kalo tiba-tiba rasa lapar melanda. Lokasinya di kiri jalan (arah Pasar Rebo). Pas sebelum Holland Bakery. Di situ ada pohon besar. Nha ada warung tenda di bawahnya : SAMUDRA SEAFOOD.

Monday, 1 June 2015

Bijak Menggunakan Media Sosial

Alhamdulillah... akhirnya bisa mengudara lagi. Bisa nulis lagi. Bisa curhat lagi.

Dari dulu emang udah seneng nulis sih... cuman fokusnya lagi beda kali ini. Lebih banyak eksis di media sosial andalanku : Facebook. Rasanya nggak pernah bosen update status setiap harus. Upload foto-foto. Ngunjungin tempat-tempat baru. Sharing ilmu-ilmu baru. Sharing motivasi dan quote inspiratif. Like dan komen status, chating, kenalan sama orang-orang baru dan macem-macem lainnya.

Aktif di media sosial sebenernya asyik banget kok. Apalagi kalau emang ada tujuannya hehehe Ya iya lah ya...ngerjain sesuatu yang ada tujuannya pasti lebih asyik. Manfaatin modal yang kita punya untuk mencapai sesuatu yang kita harapkan jelas bikin semangat ya buat ngerjainnya.

Beda banget sama jaman dulu pas baru awal-awal punya Facebook. Update status ya karena emang pengen aja. Iseng-iseng gitu. Yang diupdate juga sesuatu yang biasa-biasa aja. Kadang-kadang malah status galau yang kalau dibaca sekarang rasanya pengen ketawa aja. Alay-alay ala anak jaman dulu gitu hehehe

Bagiku punya media sosial nggak hanya sekedar demi kekinian... yang cuma mau ngasih tau friendlist kita apa yang lagi kita kerjain, apa yang lagi kita rasain, kemana kita pergi, seli-selfian (meski kadang saya sendiri juga suka selfi atas nama kekinian), foto-foto makanan, galau-galauan dan lain-lain yang masih banyak lagi. Menurutku... rugi banget kalau cuman buat begituan. Seharusnya media sosial bisa menjadi ajang ekspresi hal-hal yang positif dan bermanaat. Nggak hanya bermanfaat buat diri sendiri karena bisa bikin happy. Tapi jugs bermanfaat buat orang lain yang baca status kita.

Pernah baca status temen yang ternyata berita hoax. Kalau kayak gini kan malah bisa menjerumuskan orang lain terhadap inormasi yang belum jelas kebenarannya. Nah sebagai pengguna media sosial kita dituntut juga untuk menjadi pengguna yang cerdas. Yang nggak asal share... yang nggak asal copas... yang nggal asal-asalan ngasih info kepada friendlist kita.

Perlu kita tahu bahwa karakter kita bisa terbaca dari apa yang kita share atau kita tulis di media sosial. Nah...kalau mau lihat gimana kira-kira gambaran karakter seseorang pantengin aja update-an statusnya....hehehe


Yuk bijak menggunakan media sosial!