Wednesday, 18 March 2015

Jangan Diem Aja!


Saya berbicara tentang kenyataan bahwa masih banyak orang di sekitar kita bahkan mungkin diri kita sendiri yang hanya diam saja padahal ingin hidup layak. Yang hanya diam saja padahal pengen gaji gede. Yang hanya diam saja padahal impiannya besar. Yang hanya diam saja padahal anak, isteri, suami, saudara atau orang tua masih sangat kesusahan!

Banyak sekali fenomena "menyerahkan nasib kepada takdir." Kemana takdir membawa kesitu dia berada. Padahal kontrol itu ada ditangan kamu. Hidupmu... ya kamu sendiri yang bakal menjalaninya. Dan kamu sendiri yang bisa merubahnya. Lha Allah swt aja udah ngingetin... Allah nggak akan merubah nasib suatu kaum sebelum mereka mau merubah nasib dirinya sendiri.

Helllooowww!! Nggak usah pada ngeles ya kalo sekarang hidup kita masih gitu-gitu aja. Evaluasi diri yuk... apa yang udah kita kerjain untuk merubah hidup kita? Apa yang udah kita lakuin untuk orang-orang tercinta? Apa yang udah kita lakukan untuk mewujudkan impian kita?

Jangan banyak alasan ya kalau selama ini katanya udah berjuang habis-habisan. Beneran kita usahanya udah habis-habisan? Doanya udah habis-habisan belum? Ibadahnya udah habis-habisan belum? Kalau Bubu Sharah bilang, kalau kita belum mencapai apa yang kita inginkan berarti ada yang belum kita lakukan!

Nha lo...! Yuk semanagat lagi. Kita pasti bisa menjadi lebih naik kok! Jangan diem aja ya... mau gaji gede? Mau dapat penghasilan tambahan tanpa meninggalkan pekerjaan saat ini? Mau tetep bisa ngurus anak di rumah tapi gajian tetep jalan? 

Jangan diam saja! Segera inbox saya! Tanya saja, saya akan ajarkan caranya! Kalau kita diam ya kita nggak akan dapat apa-apa! Kita harus merubahnya sendiri!

Mulai dengan bertanya!

Salam hangat,
Ruri Hidayat | http://my-life-passion.blogspot.com | WA : 087784771589 | BBM : 75A374FE |

Monday, 16 March 2015

Yakin...yakin... yakin...


Dalam merintis sebuah bisnis keyakinan adalah modal yang harus dimiliki. Kenapa? Karena nggak ada yang bisa menjamin apakah kita akan sukses dalam berbisnis atau tidak. Apalagi di masa-masa awal ketika kita belum menemukan pola yang cocok... masa dimana belum ada hasil nyata yang bisa dilihat dan dinikmati.

Saya menyadari bahwa pilihan saya sangat beresiko. Meskipun coach saya selalu meyakinkan bahwa saya pasti bisa, tetapi semuanya kembali kepada pribadi saya sendiri. Sayalah komandannya! Sayalah yang akan menentukan kemana hidup saya akan saya bawa!

Dalam perjuangan menggapai impian rasa ragu adalah cobaan terbesar dan terberat bagi saya. Rasa ragu akan sedikit demi sedikit menggerus gairah berjuang kita hingga ke titik terendah. Hingga kita sendiri ragu terhadap diri kita sendiri.

Rasa ragu itu sangat melemahkan. Rasa ragu itu sungguh menyesatkan. Apalagi ketika rasanya semua daya sudah kita kerahkan namun hasilnya masih nol besar.... saat itulah keyakinan kita benar-benar diuji.

Namun saya berpikir bahwa... kalau saya sendiri nggak yakin dengan apa yang saya kerjakan maka bagaimana saya akan bisa meyakinkan orang lain? Bisnis saya adalah bisnis manusia dalam arti selalu berhubungan dengan banyak manusia. Kepercayaan adalah sesuatu yang sangat diperlukan. Dan... tetap saja semua harus diawali dari diri saya sendiri. Ketika saya menentukan untuk melakukan A maka saya harus belajar dan meyakinankan diri kenapa saya harus melakukannya! Dan kalau saya nggak melakukannya apa yang akan terjadi pada diri saya?

Yakin... yakin... yakin...!

Terus kuatkan keyakinanmu, pacu terus semangatmu, jangan pernah ragu apalagi mundur...!! Ingatlah impian-impianmu... meski sekarang masih terasa jauh asal kita terus melangkah pasti akan semakin dekat! Dan ketika kita menyadari bahwa impian itu mulai mewujud satu per satu lihatlah bahwa apa yang kita lakukan ternyata tidak ada apa-apanya dibandingkan kebahagiaan yang kita rasakan...!!

Really believe in you!

Saturday, 14 March 2015

Sukses Berjamaah


Dulu saya sering dengar konsep ini. Dan saya pikir emang hanya konsep belaka... nggak ada realisasinya. Saya pikir juga yang namanya berjamaah ya hanya sholat di Masjid. Eh ternyata makin kesini... ada aja yang menggunakan istilah berjamaah ini. Seperti shodaqoh berjamaah, bersih-bersih berjamaah, dan tentu sukses berjamaah.

Maksudnya apa sih?

Jamaah artinya kumpulan atau bersama-sama. Berati juga ada banyak orang di situ dengan tujuan yang sama, gerak dan langkah yang padu, saling beehubungan dan saling menguatkan. Mereka ingin mencapai tujuan mereka bersama-sama. Kayak sholat jamaah ya kan pengen tuh dapet 27 derajatnya...

Nah, kalo sukses berjamaah aku ngrasain banget di bisnisku ini : Oriflame via d'BC Network. Waduh nyangkutnya ke situ lagi ya... hehehe

Ada apa sih di bisnis ini? Kok bisa sampai memakai istilah sukses berjamaah? 

Ya karena memang saya yang ngerasain sendiri. Pertama, dari pertama join kita udah langsung dimasukin ke grup yang isinya anak-anak Oriflame semua. Ngumpul kan kita di sana... Awalnya saya nggak tahu kenapa harus ke situ. Eh pas udah kesini-sini malah hampir tiap hari mampir ke grup. Biasanya ada informasi baru, info training terbaru, info produk, promo dari Oriflame, rekognisi mereka yang udah pada naik level, sharing bisnis sampai colek-colek buat saling nyemangatin. Heboh dan rame deh pokoknya...

Kedua, nggak pelit berbagi ilmu. Ya iyalah... training aja gratis gak pake bayar. Cukup kita konek internet dan buka Facebook. Udah gitu aja! Dan semua ilmu yang kita butuhin buat sukses di bisnis ini bisa kita dapat dengan mudah...

Ketiga, leader-leader kita care abis. Mereka selalu fast response. Misal pas saya lagi ada kendala di bisnis, begitu saya WA atau BBM nggak pake lama tuh mereka balesnya. Cepet banget! Kayaknya mereka emang selalu ada di dekat HP kali ya... Makanya saya seneng banget join di bisnis ini. Jadi nggak ngrasa sendiri.

Keempat, saling menyemangati. Wah kalau yang ini jangan ditanya lagi ya... Semangat adalah nyawanya bisnis ini. Kalau kitanya nggak semangat ya udah berhenti deh. Tapi pas ada yang nyemanagatin... pas ada yang selalu ngingetin... pasti kita seneng kan? Kita nggak nagrasa sendiri. Kita ngrasa selalu ada pundak untuk bersandar. Meski tetep yang paling utama adalah bersandar kepada Tuhan.

Kelima, ibadahnya nambah. Alhamdulillah, tiap hari selalu ada yang ngingetin sholat Dhuha... ada yang ngingetin buat rajin sedekah... buat rajin Tahajud... karena kita penginnya sukses bersama di dunia dan mudah-mudahan juga di akherat... amiin...

Jadi, masih nanya-nanya lagi kenapa saya join di bisnis ini? Alesannya udah lebih dari cukup ya... Dan kalau kamu bertanya apa yang bisa saya dapat di bisnis ini? Silahkan inbox saya... atau hubungi saya via WA dan BBM... trims 

Salam hangat,
Ruri Hidayat |http://my-life-passion.blogspot.com|WA : 087784771589|BBM : 75A374FE|

Thursday, 12 March 2015

Hidup Bersama Impian

"Bukan jumlah tahun yang menjadikan kita tua... tapi jumlah hari yang kita lalui tanpa impian dan harapan," Merry Riana, Mimpi Sejuta Dolar

Tiba-tiba aja quote dari salah satu motivator favorit saya ini menggema di dalam kepala saya.Bukan apa-apa,tapi patut kita renungi bareng-bareng ya quote ini...

Menurut saya sih quote ini oke banget. Bener banget gitu lho...
Kenapa??
Karena bisa kita bayangin gimana hari-hari dalam hidup kita kita jalani tanpa ada impian dan harapn di dalamnya.Setiap hari yang kita kerjakan hanya rutinitas belaka. Kita sendiri nggak tahu untuk apa kita bekerja. Kita nggak tahu untuk apa kita melakukan ini atau melakukan itu. Kita hanya seperti robot yang hanya tinggal menjalankan program dari programer sebelumnya. Bahkan setelah program itu kedaluarsapun nggak ada yang ngupdate. 

Sayang banget ya kalau hari-hari kita hanya dihabiskan untuk mengeluh kenapa hidup ini nggak adil kepada kita. Kenapa hidup ini nggak pernah ngasih apa yang kita inginkan. Padahal sebenernya yang salah siap? Ya,diri kita sendiri. Kita nggak ngarahin diri kita sendiri untuk berjalan menuju sebuah atau beberapa tujuan. Kita nggak bikin target satu tahun, dua tahun, tiga tahun atau saepuluh tahun yang akan datang. Kita sendiri nggak tahu kita mau jadi apa nanti. Jadi... nggak perlu banyak menyalahkan kalau saat ini hidup kita hanya gini-gini aja atau gitu-gitu aja.

Yuk kembali ke diri sendiri! Lihat lagi apa aja yang udah kita kejrain selama ini? Udah bener belom? Udah ada targetnya? Apa impian kita? Ingin jadi seperti apa kita nantinya? Planning nya apa untuk sampai ke sana?

Sekarang coba bayangin...
Kita udah tau apa impian kita. Setiap kita bangun kita udah tahu kemana kita akan berjalan. Kita udah tahu apa yang harus kita kerjakan dan kenapa kita ngerjain hal itu. Kita udah tau kalo kita ngerjain ini dan itu maka satu atau dua tahun lagi goal kita akan segera terealisasi.

Betapa indahnya hidup dengan tuuan. Apalagi kalau kita punya tujuan yang mulia. Wajib kita usahakan semaksimal yang kita bisa. Belajar ilmu-ilmunya dan segera praktekin deh jangan pakai nunggu lama-lama.

Kalo kata Om yang punya Pecel Lele Lela... "Milikilah impian atau selamanya kita akan menjadi bagian dari impian orang lain,"

Jadi teman-teman... udah punya impian apa? Apa yang teman-teman rencanakan untuk satu, dua, tiga, lima atau bsepuluh tahun yang akan datang?
Bismillah ya... semoga dengan impian kita... kita bisa menjadi lebih bermanfaat untuk kita dan oarng-orang di sekitar kita...

Semangaaattt...semoga bermanfaat!

Thursday, 8 January 2015

Keterbatasan Bukan Akhir Kehidupan Anda

Keterbatasan kadang membuat seseorang merasa menjadi manusia paling sengsara. Merasa paling sial. Merasa kalah. Merasa nggak berdaya. Bahkan terkadang merasa Tuhan tidak adil dengan segala kekurangannya. 

Keterbatasan selalu dijadikan sebagai alasan untuk menunjukkan segala kelemahan diri... untuk merasa menjadi manusia yang paling harus dikasihani. Seolah-olah di dunia ini nggak orang lain yang lebih sial dan merana dibanding dirinya.

Na’udzubillah ya punya sikap kayak gini.

Tuhan itu udah sangat adil. Segala sesuatu diciptakan berpasangan. Ada siang ada malam. Ada pagi ada petang. Ada tinggi ada rendah. Ada baik ada buruk. Ada benar ada salah. Kalau ada keterbatasan berarti ada kelimpahan. Keterbatasan sebut saja sebagai kekurangan tentu sudah dipasangkan dengan kelebihan. Nah sayangnya otak kita sudah terlebih dulu diracuni oleh kekurangan itu. Sehingga hanya berfokus pada kekurangan. Alih-alih mencari kelebihan diri sendiri malah sibuk meratapi dan menyalahkan diri sendiri. Bahkan menyalahkan kehidupan ini.

Merasa punya banyak kekurangan? Jangan minder dulu! Mungkin dibalik kekurangan anda... ternyata anda adalah pribadi yang kreatif, pribadi yang solutif, pribadi yang punya banyak ide, ahli dalam satu pekerjaan tertentu, leader alami, pribadi pembelajar, bersemangat, hangat, pandai bergaul, punya banyak koneksi, dan seabrek kelebihan lainnya yang bisaa anda eksplore sendiri.

Ingat, Tuhan itu Mahaadil. Dibalik kekurangan anda pasti ada kelebihan yang anda miliki.

Apakah itu?

Anda yang tahu. Maka berfokuslah pada apa yang bisa anda kerjakan. Bukan pada apa yang tidak bisa anda kerjakan. Keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Dengan sedikit kreativitas anda bisa mengubah keterbatasan anda bahkan menjadi kekuatan anda sendiri.

Jadilah percaya diri!!

Saturday, 3 January 2015

Evaluasi dan Resolusi

Alhamdulillah...

Banyak sekali momen-momen membahagiakan yang saya alami dalam hidup saya selama tahun 2014. Diterima sebagai CPNS, Diklat Prajabatan, Orientasi di Rumah Sakit, Ketemu Presiden SBY, ketemu bisnis Oriflame dan menikah. Puji syukur yang luar biasa atas karunia yang indah ini. 

Bagaimana dengan resolusi 2014? Apakah tercapai semuanya?

Saya jawab “Enggak semuanya!” Dan karena saya enggak membuat gambarnya jadi banyak yang kelupaan sampai sekarang. Apa aja poin-poin penting di 2014... pastinya banyak yang terlupa. Hehehe ngaku deh saya. Dan itu semua saya jadikan sebagai dasar saya mengisi tahun 2015. Membuat resolusi, membuat daftar impian, mencari gambar-gambar yang mewakili impian dan resolusin saya di tahun 2015. Semoga dengan begitu saya bisa lebih fokus dan selalu teringat dengan tujuan-tujuan saya di 2015.

Seperti gambar di bawah ini adalah resolusi saya di 2015. Doakan ya semoga bisa terwujud semuanya... aamiin

Resolusi saya di 2015


Nah itu resolusi saya... apa resolusi kamu di 2015? Jangan sampai nggak bikin ya... biar nanti di akhir tahun kita tahu nih apa aja pencapaian kita selama satu tahun ini. Semangaaaatttt!! Semoga bermanfaat!

Kontrol Diri dan Emosi

Emosi itu nggak cuman pas kita lagi marah. Emosi itu adalah perasaan/suasana hati kita. Jadi emosi itu macem-macem. 

Nyanyi aja bisa emosional, apalagi ngadepin kehidupan nyata. Banyak banget ya hal-hal yang bisa bikin kita emosional, sehingga kita jadi ngrasa bahagia, sedih, marah, terhibur, damai dan lain sebagainya. Saat kita emosional begitu kadang kita jadi susah mengontrol diri sendiri. Misal pas kita lagi seneng kita gampang banget mengiyakan sesuatu. Entah sesuatu yang baik kadang malah sesuatu yang nggak baik juga kita iyakan. Pas kita lagi marah gampang banget ya kita marah-marahin orang, nyalahin orang, ngumpat, sumpah serapah... Emosi ngaruh banget sama keputusan yang kita ambil ya nggak?

Makanya kontrol diri itu penting banget. Apalagi pas kita lagi emosional begini. Kenapa? Ya karena itu tadi, suasana hati ngaruh banget sama keputusan yang kita ambil. Kadang tanpa pikir panjang kita mengiyakan sesuatu atau menolak sesuatu. Nah disinilah kontrol diri itu penting! Biar nggak nyesel nantinya.

Apalagi dalam berbisnis. Nggak boleh ngandelin emosi alias perasaan. Dikit-dikit main perasaan. Partner bisnis gini terus dimasukkin ke hati. Atasan begini terus dimasukkin ke hati. Walau harus diakui bahwa kadang namanya perasaan nggak bisa dibohongi. Rasa sakit itu ada. Tapi bagaimana kita mengatasi agar rasa sakit itu nggak menimbulkan dendam itu yang penting ya...

Cermati apa yang kita hadapi! Pikirkan sejenak keputusan yang akan kita ambil! Jadikan kontrol diri sebagai satu sikap yang harus kita kedepankan dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun!

Semoga bermanfaat!